Hasan Salihamidzic dikenal sebagai direktur baru Bayern Munchen yang belum lama terpilih berdasarkan voting dari para petinggi Bayern Munchen. Belum lamanya menjabat tak lantas membuat Salihamidzic minder, justru sebaliknya. Salihamidzic langsung membuat beberapa perbedaan termasuk peraturan baru Munchen.

Satu sikap yang mengejutkan adalah melarang staff bahkan pelatih utama sekalipun untuk merokok dibagian dalam Allianz Arena. Jika melihat isi peraturan tersebut, maka bisa merujuk pada sikap Carlo Ancelotti yang masih doyang merokok.

Munculnya nama Salihamidzic dalam jajaran petinggi Munchen adalah keputusan para petinggi klub yang merasa kesal dengan hasil buruk pra musum Munchen. Dalam enam pertandingan terakhir, Munchen telah mengalami lima kekelahan. Alhasil Salihamidzic muncul sebagai direktur baru dengan masa jabatan sampai dua musim ke depan.

Dalam sistem kerjanya, Salihamidzic ingin memberikan sentuhan-sentuhan baru, namun terlebih dahulu Salihamidzic ingin menyelesaikan beberapa hal kecil terlebih dahulu. Dan yang menjadi fokus Salihamidzic sekarang adalah mencoba menghilangkan kebiasaan Ancelotti yang suka merokok di sekitar klub.

"Saya ingin melihat Salihamidzic berhenti merokok di sekitar klub. Tentu saja dia menerima itu dan dia sangat profesional," kata Salihamidzic.

Beruntung bagi Salihamidzic, dengan peraturan baru itu Munchen berhasil meraih gelar Piala Super Jerman mengalahkan Borussia Dortmund dan juga memetik kemenangan atas Chemnitz dengan skor 5-0 dalam Jerman Cup putaran pertama.

Menanggapi beberapa peraturan baru Salihamidzic, Ancelotti mengaku sangat mendukung langkah sang direktur. Menurutnya, langkah ini sangat bagus dan dia mengerti bahwa Salihamidzic melakukan semua ini hanya untuk kebaikan klub. Terlebih lagi, Ancelotti senang karena hal ini sangat baik untuk kesehatannya dan membuat istrinya senang.  

"Saya mengerti ini bagus untuk klub dan untuk kesehatan saya pastinya hal utama. Bukan hanya itu saja, ini akan membuat istri saya senang," jawab Ancelotti.